HUBUNGAN ANTARA AKTIFITAS PENGAJIAN MUSLIMAT DENGAN INTENSITAS BERIBADAH ( Setudi Kasus Di Jama’ah Pengajian Muslimat Sibalung, Kemranjen, Banyumas )

 

A. Latar belakang masalah

Manusia adalah makhluk sempurna yang telah dipersiapkan tuhan untuk mengemban amanah memakmurkan bumi dengan Al-islam, sehingga manusia menjadi Khalifah di muka bumi.

Namun dalam kenyataanya manusia sejak lahir hingga tumbuh dewasa mengalami proses yang belum tentu menuju pada kesadaran untuk mengemban amanah  tersebut sebagaimana firman alloh “ dan aku ilhamkan pada jiwa itu jalan kefasikan dan jalan ketakwaan “ (Assyam; 8)

Kemudian Alloh berikan potensi-potensi pada manusia untuk menemukan  kesadaran tersebut, yaitu dengan memberikan mata, telinga dan hati sebagai potensi menuju kesadaran, yaitu dengan memakai mata untuk melihat tanda-tanda kebesaran tuhan, telinga untuk mendengar berita-berita ke agungan tuhan serta hati dan pikiran untuk mencapai kesadaran hakiki, Sehingga sampailah manusia tersebut pada jalan – jalan yang akan ia tentukan dalam melakoni hidup. ( Qs :An-nahl; 78 )

Ketika Alloh turunkan Rosul dari kalangan manusia sebagai utusan untuk membina, mengarahkan dan membimbing kepada jalan ketakwaan, manusia di beri kebebasan, akankah ia mengikutinya atau menolak. Bahkan ada yang memusuhinya akibat dari jalan kefasikan yang mereka pilih. sedangkan jalan ketakwaan itu adalah beribadah kepada Alloh dengan ketaatan yang murni, ( QS Adzariyat:56 )

beribadah dalam ruang lingkupnya dikelompokan menjadi dua, yaitu ibadah umum dan khusus./ mahdoh dan ghoiru mahdoh. Ibadah mahdoh ialah ibadah yang tegas tersurat dalam syara, seperti sholat, sakat, puasa dan haji. Sedangkan ghoiru mahdoh adalah yang bersifat umum mengenai segala aktifitas hidup, yang jika di sandarkan mencari ridlo Alloh dan bukan hal mengerjakan dosa, ( Ibadah dan akhlak dalam islam1998) sedang penelitian ini khusus bertujuan mengkur intensitas beribadah dalam lingkup mahdoh.

Hingga sekarangpun manusia tetap dalam keadaan yang sama, yakni berada di antara dua jalan hidup ketakwaan atau kefasikan sehingga mutlak memerlukan bimbingan dan arahan menuju kesadaran sebagai manusia yang harus mengabdi kepada Alloh, sehingga sepeninggal Nabi  terakhir hendaknya ada yang siap mewarisi fungsi pembimbing dan penuntun manusia dalam menuju kaesadaran hakiki melalui proses pendidikan dan pengajaran ( tarbiyah )

Fungsi ini biasanya di gantikan oleh para ulama, sehingga mereka bisa di sebut daengan gelar “ulama warisatul anmbiya” yaitu ulama yang mewarisi/ melanjutkan fungsi nabi sebagai pembimbing, Pembina, dan penuntun umat menuju hakikat beribadah kepada Alloh.

 Namun pada era sekarang ini (masyarakat industrial) peran rosul serta ulama warisatul anbiya juga di emban oleh lembaga-lembaga dan organisasi dengan mendidik dan menyelenggarakan pengajaran-pengajaran di tengah masyarakat yang memang harus memperoleh fungsi kerasulan tersebut.( mas’ud 2004:20)

Salah satunya oleh organisasi Nahdlotul Ulama, mereka mengambil peranan melnjutkan fungsi pembinaan dan pengarahan umat menuju kesadaran hakiki menusia sebagai hamba.

Terutama dalam membina perempuan muslimat sebagai warga nahdiyin yang memiliki peranan penting bagi pilar-pilar agama dan masyarakat. Dengan membentuk wadah khusus untuk mereka dalam jamaah kelompok pengajian muslimat.

Kelompok pengajian tersebut mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada proses pengajaran seperti, mengadakan majelis ta’lim satu minggu sekali di masjid dan wirid yasinan bergilir satu minggu satu kali di rumah warga anggota, .( hasil wawancara dengan anggota kelompok pengajian muslimat ), dalam upayanya mencetak muslimah-muslimah yang kokoh dan intens dalam beribadah ,

Sesuai dalam pengertian pengajaran agama islam yang efektif dan efisien ( Ahmad tafsir 2004 ), maka kegiatan kelompok pengajian tersebut yang paling memenuhi ketentuan ilmu pengajaran adalah pengajian rutin satu minggu satu kali di masjid. Di sebabkan adanya proses pengajaran yang efektif dan efisien.

Pengajaran efektif artinya pengajaran yang dapat di pahami peserta ajar secara sempurna, dalam ilmu pendidikan sering juga di katakana bahwa pengajaran yang tepat/efektif ialah pengajaran yang berfungsi pada murid, berfungsi artinya menjadi milik murid, pengajaran itu membentuk dan mempengaruhi pribadinya.

 Ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk melakukan pengajaran agama islam secara efektif dan efesien. Dr. ahmad tafsir merumuskan sebagai berikut :

  1. Siapakah yang menjadi peserta ajar? Anak-anak,remaja,atau orang tua.
  2. Berapa jumlahnya? Satu orang,tiga orang,50 atau pengajianyang dihadiri200 atau ribuan orang?
  3. Seberapa dalam agama islam itu akan diajarkan? Mendalam, sedang-sedang, atau sekilas pengantar saja.
  4. Seberapa luas agama islam itu akan diajarkan? Pokok-pokoknya saja, atau sampai ke dalil-dalilnya atau bahkan segi filosofisnya.
  5. Dimana pengajaran itu berlangsung? Di rumah,di masjid,atau di sekolah?
  6. Peralatan apa yang tersedia? Lengkap, sederhana, memadai atau kurang memadai?

 Dari hal-hal tersebut maka aktifitas pengajian( seterusnya bisa di baca pengajaran)  ibu-ibu muslimat merupakan bagian dari pendidikan agama islam. Ini menggugah penulis untuk mengadakan penelitian terhadap hubungan aktifitas pengajian dengan intensitas ibadah pada ibu-ibu pengajian muslimat di sibalung, kemranjen, banyumas.

B. Definisi Operasional

Untuk memahami judul dengan presepsi yang benar, berikut penulis paparkan beberapa pengertian dari judul sekripsi ini.

  1. Hubungan

Adalah daya yang ada atau timbul dari suatu ( orang, benda, atau lain sebagainya) yang bertenaga atau berkekuatan gaib dan sebagainya. ( Kamus bahasa Indonesia, balai pustaka Jakarta hal 731).dalam hal ini adalah aktiitas pengajian/pengajaran dengan intensitas beribadah.

 

 

  1. Aktifitas pengajian

Adalah Kegiatan pengajaran agama islam yang bukan bersifat penelitian(  Darojat 2004 ), mengajar sekedar memberikan pelajaran agar peserta ajar dapat memiliki suatu ilmu atau ketrampilan baru. ( dewantara 1962; 20 )  dalam hal ini adalah kemampuan beragama islam yang baik. pengajaran merupakan pembinaan psikomotor semata-mata, yaitu agar peserta lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap berpikir kritis, sistematis dan obyektif.

3. Intensitas ibadah

Secara bahasa intensitas ibadah terdiri dari dua kata, yaitu intensitas dan ibadah. Intensitas berasal dari kata intens/intensitas yang berarti giat, hebat (kamus bahasa, Dra.Yolanda Js. 1999), sedangkan ibadah berarti taat, tunduk menghambakan diri sepenuhnya untk mencapai keridloan Alloh.(Asshidiqiy,1954)

Dengan demikian intensitas ibadah adalah sebuah ketaatan dan penghambaan diri dengan giat kepada Alloh demi mencapai keridloannya semata.

            Dengan judul ini peneliti bermaksud memperjelas hubungan antara aktifitas pengajian muslimat dengan intensitas beribadah ibu-ibu kelompok pengajian muslimat sibalung, kemranjen, banyumas.

C.Rumusan masalah

      Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis kemukakan diatas maka penelitian ini di lakukan dengan rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana actifitas pengajian/pengajaran  pada jamaah ibu-bu muslimat di sibalung kemranjen banyumas?
  2. Bagaimana intensitas ibadah pada Jama’ah ibu-ibu muslimat di sibalung, kemranjen banyumas?
  3. Bagaimana hubungan actifitas pengajian dengan intensitas beribadah pada jama’ah ibu-ibu muslimat di sibalung, kemranjen, banyumas?

D. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1.Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah diatas maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui actifitas pengajian pada jama’ah ibu-ibu Muslimat di sibalung, Kemranjen, Banyumas.
  2. Untuk mengetahui intensitas beribadah pada ibu-ibu jama’ah pengajian muslimat di Sibalung, Kemranjen, Banyumas
  3. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara actifitas pengajian dengan intensitas beribadah ibu-ibu jama’ah pengajian muslimat di Sibalung, Kemranjen, Banyumas.

2. Manfa’at Penelitian

  1. Untuk memperkaya khasanah dunia pustaka.
  2. Sebagai bahan informasi ilmiah dalam dunia pengajaran dan pendidikan agama Islam.
  3. Menambah dan memperluas wawasan penulis yang ada di lapangan khususnya dan bagi para pembaca umumnya dapat menambah pengetahuan tentang hubungan actifitas pengajian/pengajaran dengan intensitas beribadah.

 

 

D. Hipotesis

Hipotesis adalah  klarifikasi yang bersifat sementara terhadap penelitian sampai terbuka melalui data yang terkumpul (Arikunto, 1993 : 67).

Agar penelitian ini objektif, maka penulis merumuskan hipoteis kerja dan hipotesis nihil. Hipotesis kerja dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif dan signifikan antara aktifitas pengajian dengan intensitas beribadah ibu-ibu jama’ah pengajian muslimat di sibalng kemranjen banyumas. Sedang hipotesis nihil adalah tidak adanya hubungan yang positif dan signifikan antara aktifitas pengajian dengan intensitas beribadah pada ibu-ibu jama’ah pengajian muslimat disibalung

Konsekuensinya jika data yag terkupul membuktikan kebenaran hipotesis kerja berarti hipotesis nihil ditolak artinya berarti ada hubungan positif dan signifikan antara aktifitas pengajian dengan intensitas beribadah pada ibu-ibu jama’ah pengajian muslimat sibalung kemranjen banyumas.

Tetapi jika data yang terkumpul tidak membuktikan kebenaran hipotesis kerja maka hipotesis nihil di terima artina tidak ada hubungan yang ositif dan signifikan antara aktifitas pengajian dengan intensitas beribadah pada ibu-ibu jama’ah pengajian muslimat di sibalung kemranjen banyumas

E. Telaah Pustaka

Untuk menegaskan penelitian yang akan dilakukan maka penting bagi penulis mengkaji lebih luas lagi tentang penelitian semisal melalui sekripsi orang lain dan berbagai buku yang mendukung tema penelitian, kepustakaan tersebut antara lain:

– Buku Metodologi Pengajaran Agama Islam, Karya ahmad tafsir. Dimana didalamnya dijelaskan pengertian pengajaran dan pendidikan di mana orang sering sulit membedakan karena tipisnya perbedaan pengertian keduanya tersebut. Dimana penekannannya adalah bahwa pengajaran merupakan bagian dari pendidikan

– Buku ibadah dan akhlak,

Didalamnya menjelaskan pengertian ibadah sebagai bentuk pengakuan eksistensi tuhan yang di wujudkan dalam bentuk ritual-ritual ibadah.

– Metodik khusus pengajaran agama islam.

Menjelaskan pengertian pengajaran yang sangat di tentukan oleh keadaan tempat, peserta ajar, dan tempat berlangsunnya proses pengajaran, yang itu sangat mempengaruhi kepada metode pengajaran yang di gunakan. di dalamnya dijelaskan juga berbagai metode pengajaran termasuk metode ceramah, meskipun memilii banyak kekurangannya namun terbukti paling banyak di gunakan terutama dalam pengajaran agama islam dalam lingkup pengajaran akidah, karena akidah tidak bisa di jelaskan dengan metode lain sebab hanya merupakan pengertian-pengertian, bukan pada paengajaran ranah psikomotor.

Maka Pengajian-pengajian termasuk dalam kegiatan pengajaran agama islam.

– Antologi pendidikan islam.

Menyajikan pemaparan tentang pentingnya peranan lembaga dalam tugas pendidikan dan pengajaran  termasuk sebagaimana buku Sejarah Pendidikan Islam karya Dra Zuhairini yang menerangkan peranan organisasi Islam di Indonesia terhadap pendidikan bahkan sangat jelas di sebutkan mereka berperan sangat basar, salah satunya adalah organisasi Nahdlatul Ulama yang juga hingga kini berperan aktif.

– Sekripsi Hubungan Kegiatan Masjid Sekolah Terhadap Aktivitas Keagamaan Pada siswa SMP Negri Kedungreja Oleh Sugeng Alamsyah.

Dalam sekripsinya mengemukakan persoalan apakah kegiatan yang di adakan masjid sekolah dan di ikuti para pelajar memiliki hubungan pada kegiatan keagamaan mereka?

Sedangkan kegiatan yang di maksud menjadi kegiatan ekstra krikuler agama islam pada sekolah itu seperti adanya Madrasah diniyah, Kegiatan tilawatil Qur’an kegiatan pengajian menjelang solat dzhur berjamaah, peringatan hari besar agama.dan lainnya.

Hal ini berbeda dengan tema yang saya angkat dalam sekripsi ini, dari segi kegiatan masjid walaupun sama-sama menfungsikan masjid sebagai lembaga pendidikan, namun hanya dalam hal penyediaan fasilitas pengajaran saja. Sedangkan arahnya adalah intensitas beribadah dalam keseharian ibu-ibu jamaah pengajian muslimat. Hal ini menjadi perbedaan sekripsi saya tersebut

F. Metode penelitian

  1. Jenis dan pendekatan penelitian

            Karena penelitian ini berusaha untuk mengetahui hubungan antara dua peristiwa,hubungan antara activitas pengajian muslimat dengan intensitas ibadah ibu-ibu anggota jama’ah muslimmat. Yang mana hubungan-hubngannya akan di tujukan berdasarkan skor-skor responden di dalam data-data statistik maka jenisnya di kategorikan penelitian korelasional kuantitatif.

            Di dalam penelitian ini masih terkonsentrasi pada hal pokok fungsi ajaran agama, yaitu ketekunan beribadah dengan tidak meninggalkan cakupan pendidikan dalam agama, memakai pendapat sayuthi akan tepat bila menggunakan pendekatan dogmatik, ( Sayuthi, 2002:95 )

  1. Obyek dan subyek penelitian

Obyek yaitu masalah penelitian terbentuk dengan adanya kesenjangan ( aapa das sollen dan das sein, yaitu adanya perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada di kenyataannya). Dalam penelitian ini adanya pengajian muslimat yang di ikuti oleh ibu-ibu dengan intensitas beribadah ibu-ibu pengajian muslimat. Sehingga menempatkan kelompok pengajian muslimat ini sebagai subyek penelitian.

  1. Variabel

Variabel adalah semua keadaan faktor, kondisi, perilaku atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen (Sutrisno Hadi, 1986:437).

Pada penelitian ini akan melibatkan kepada satu variabel bebas dan variabel terikat.variabel bebas atau variabel eksperimental atau variabel X, variabel yang akan diselidiki pengaruhnya yakni aktivitas pengajian muslimat, datanya diperoleh melalui angket qoisener mengenai aktivitas pengajian yang di ikuti oleh peserta majlis ta’lim tersebut.

Sedang variable terikatnya, variable Y adalah intensitas beribadah ibu-ibu anggota mslimat di sibalung, kemranjen banyumas yang datanya juga di peroleh melalui angket yang di bagikan ke jama’ah mengenai kegiatan ibadah sehari-hari.

 

 

 

 

  1.  Waktu dan tempat penelitian

Penelitian direncanakanakan pada bulan Agustus 2011, lokasi penelitian barada di desa sibalung tepatnya rt 01/09 kec kemranjen, kab banyumas karena lokasi tersebut merupakan populasi subyek penelitian yang akan di ambil sampel bagi penelitian sekripsi saya.

  1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 1998:115). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota jamaah pengajian muslimat di desa sibalung. Yang terdiri dari lima dusun, masing masing ; dusun sibalung, dusun poncowati, dusun kemranjen, dusun Alur, dan dusun Sibulus,dan karanglo.

 Tersaji pada tabel :

No

Nama Dusun

Anggota Jama’ah

1

Alur

45

2

Sibalung

50

3

Kemranjen

35

4

Karanglo

60

5

Poncowati

55

6

Sibulus

55

 

Jumlah

300

 

 

 

 

4. Sampel

Yang dimaksud sample adalah sebagian atau wakil populasi yang

diteliti ( Arikunto, 1998:117 )

Untuk mengambil sebuah sampel, maka peulis mengambil formula yang telah dikembangkan oleh Issac dan Micheal dengan rumus:

 

 

Keterangan :

S    :  jumlah sampel yang diperlukan

X: nilai khai kuadrat yang diperoleh dari table  X2 dengan drajat kebebasan ( d.b / d.f ) = I taraf kepercayaan tertentu

N   :  besarannya populasi yang telah diketahui peneliti

P    : proporai populasi jika tidak diketahui proporsinya , peneliti mentapkan P = 0,50 dengan asumsi akan memperoleh besarnya sampai secara maksimum.

D   : derajat akurasi yang dinyatakan dengan propporsi.Dalam penelitian sosial biasanya diambil 5% atau d = 0,50 ( d=0,50 menunjukan tingkat kepercayan 95%). Peneliti dapat emnetapkan derajat akurasi akan berpengaruh pada jumlah sampel yang diperlukan  (Arikunto, 2002 : 113)

 

  1. Tehnik Sampling

Tehnik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang reprensentatif ( Margono, 20004 : 125).

Sedangkan tehnik sampleing yang digunakan dalam penelitain ini adalah tehnik random sampling yaitu pengambilan data sampling buku (Margono, 2004 : 125). Dengan diukur diharapkan sampel yang diambil betul-betul mewakili populasi.

Berdasarkan pendapat di atas, maka penulis mengambil langkah pengambilan sampel dengan N   = 2

mengikuti pendapat Issac dan Michael.

P   = 0,50

X2 = 0,50 dengan db =1 = 3,81

D2 = 0,05 =0,0025

N   = 300

 

 

 

 

 

.

 

  1.  Tehnik Pengumpulan Data

Dalam penelitain metode yang penulis gunakan dalam pengumpulan data yaitu :

  1. Metode angket

      Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal – hal yang ia ketahui ( Arikunto, 1993 :139 )

Metode ini digunakan untuk mencari data tentang berbagai jenis ibadah yang di lakukan oleh ibu ibu anggota muslimat. Dengan cara ini akan dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya.

  1. Metode observasi

Metode observasi dalah metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap objek penelitan ( Riyanto, 2001: 96). Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh informasi tentang kadaan Jama’ah pengajian muslimat Sibalung Kemranjen Banyumas serta letak geogarafis dan sarana prasarana, ustad, serta hal-hal yang berhubungan dengan penelitian ini.

  1. Metode interview

Metode interview adalah waawancara merupakan metode pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung antara penyelidik dengan subjek atau responden ( Riyanto, 2001:82 )

Metode ini digunakan untuk mengetahui sedikit banyak tentang sejarah, tanggal dan tahun dibentuknya jamaah pengajian muslimat sibalung melalui  para ustad yang bertugas, ibu ibu jama’ah dan pamong desa setempat.

  1. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data – data yang sudah ada ( Riyanto, 2001:103 ). Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang data peserta arisan Qur’ban dan aktifitas ibadah lainnya dari anggota muslimat. Sebagai poin intensitas beribadah mereka

 

 

 

  1.  Tehnik Analisis Data

Data yang akan dianalisa yaitu keaktifan ibu-ibu mengikuti pengajian yang terkumpul berupa angka – angka yang diolah dengan menggunakan analisis statistic. Dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah r product momengt sebagai berikut :

           

 

 

 

                                                                  ( Sudijono, 2000 : 191 )

Keaktifan anggota kelompok pengajian muslimat yang di buktikan melalui absensi kegiatan jama’ah, dan berbagai indikator yang datanya tersusun melalui quisener angket tentang attensi jamaah dalam mengikuti pengajian yang lalu dikelompokan dalam variabel x ini menunjukan aktifitas pengajian yang baik. sedangkan jurnal ibadah harian hasil pensekorannya dikelompokan dalam variabel y. sebagai adannya daya hubungan dari aktifitas pengajian terhadap seorang jamaah. Kemudian melalui analisis korelasi diharapkan akan diketahui besar kecilnya korelasi ada diantara dua variabel tersebut.

 

 

 

 

 

H. Sistematika Penulisan

Untuk mengetahui penulisan penelitian yang akan penulis lakukan, maka penulis kemukakan sistematika penulisannya.

Pada bagian awal terdiri dari halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman kata pengantar, halaman motto, halaman persembahan, daftar isi dan daftar table.

Kemudian secara garis besar penulisan penelitian ini terdiri atas lima bab, yaitu :

BAB I

Pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, hipotesis, metoda penulisan dan sistematika penulisan.

BAB II

Berisikan uraian yang terdiri 2 sub bab pembahasan yaitu

–          Aktivitas pengajaran pada umumnya

–          Pengertian Agama Islam

–          Beberapa metoda pengajaran agama islam.

Dan Intensitas beribadah yang meliputi

–          Hakikat ibadah

–          Ruang lingkup ibadah

–          Jenis- jenis ibadah

–          Tujuan ibadah

BAB III

Berisikan tentang gambaran umum lokaasi penelitian meliputi, sejarah dan perkembangan, letak geografis, keadaan tutor/ustadz dan jama’ah, setruktur oranisasi jama’ah, sarana dan prasarana, denah peta desa sibalung.

BAB IV

Berisi laporan hasil penelitian, yaitu         

–          Data absensi aktifitas pengajian dan indikator yang lainnya

–          Data jurnal ibadah harian ibu-ibu jama’ah pengajian Muslimat dll.

–          Dan analisis data tentang Hubungan Aktivitas Pengajian dengan Intensitas Beribadah.

BAB V

  Berisikan tentang kesimpulan, saran – saran dan penutup. Pada bagian akhir skripsi tentang daftar pustaka, lampiran – lampiran dan daftar riwayat hidup.

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s