ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGGINYA BIAYA TRANSPORTASI BARANG DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK JAKARTA

 

  1. A.    LATAR BELAKANG MASALAH

Di tengah-tengah perekonomian dunia yang melambat, Indonesia merupakan Negara dengan tingkat perekonomian tercepat ketiga diantara Negara-negara G-20 untuk tahun 2009 dan Indonesia terus tercatat pertumbuhan ekonomi yang kuat di proyeksikan sebesar 6,4% untuk tahun 2012. Ini di tunjukkan oleh iklim usaha di Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Menurut laporan Bank Dunia “Doing Business Report 2008” (Bank Dunia,2007b), pandangan dunia usaha tentang iklim investasi di Indonesia  sudah mengalami peningkatan hampir di sebagian besar daerah di Indonesia. Secara keseluruhan tingkat “kemudahan berusaha” di Indonesia telah meningkat dari urutan 135 pada tahun 2007 menjadi urutan 123 pada tahun 2008. Selain itu, indikator ekonomi makro Indonesia telah mengalami stabilisasi dan tingkat pertumbuhan PDB pada kwartal kedua tahun 2007, yakni  mencapai 6,3%. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia giat melakukan reformasi kebijakan usaha. Perbaikan-perbaikan yang konsisten ini telah diakui oleh laporan tahunan Doing Business. Menurut Doing Business 2012, Indonesia, diwakili oleh Jakarta, mendudukkan Indonesia di jajaran 50 perekonomian teratas yang berhasil melakukan kemajuan paling signifikan untuk mengurangi jarak antara mereka dengan prestasi negaranegara dengan kinerja terbaik, dan di jajaran 50 perekonomian teratas di kawasan Asia Timur dan Pasifik. (Doing Business Indonesia, 2012)

Namun demikian, walaupun persepsi iklim usaha sedang mengalami peningkatan hampir pada sebagian besar lini, persepsi tentang prasarana dan transportasi tampaknya semakin buruk. Dalam beberapa sektor ekspor, total biaya sebelum pengiriman dan angkutan darat dalam negeri mencapai lebih dari 40% dari total biaya logistik (Wibowo dan Dermawan, 2010). Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tahun 2011, biaya logistik di dalam negri saja mencapai 17% dari total biaya yang di keluarkan pengusaha. Angka ini tertinggi di bandingkan biaya logistik di Jepang yang hanya 5%, Singapura 6%, Filipina 7%, dan Malaysia 8% (Syafputri, 2012)

. Ketua asosiasi Logistik Indonesia Zaldi Ilham Masita menjelaskan, faktor utama yang membuat biaya logistik tinggi adalah tidak efisiennya jalur logistik saat ini. Sebagai contoh, 60% truk pengangkut barang hanya sekali membawa barang, sedangkan pulangnya tanpa muatan” ujar dia. Waktu angkut transportasi laut juga tidak pasti, yang berkontribusi besar terhadap tingginya biaya pengapalan di dalam negri. Perjalanan dari Jakarta ke Banjarmasin misalnya, dapat memakan waktu 4-47 hari. Sementara itu, waktu tunggu (dwell time) di pelabuhan Jakarta terus bertambah, dari rata-rata 4,9 hari pada 2010 menjadi 6,7 hari pada 2012. Tingginya ketidakpastian datangnya barang itu menjadi salah satu faktor utama pembengkakan biaya logistik di Nusantara. Yang berimbas pada ongkos transport menjadi mahal, dan perusahaan harus menumpuk stok barang banyak di pasar sehingga biaya persediaan naik.

Ewsearch Associate Lembaga Penyelidikan Ekomoni dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) Arianto Patunru mengatakan, transportasi melalui air/laut di Indoanesia sangat tidak efisien. Padahal. Transportasi laut ini merupakan pendukunng utama perdagangan dunia karena biaya normalnya sangat murah di bandingkan transportasi darat, apalagi udara. Biaya logistik di Indonesia yang tinggi ini, bisa  menurunkan daya saing produk nasional. Sementara itu, transportasi di dominasi angkutan darat, sedangkan angkutan laut yang seharusnya murah justru lebih mahal dan memakan waktu lama di pelabuhan.

Rata-rata biaya transportasi darat di kawasan Asean sebesar US$ 0,22 sen per kilometer. Sedangkan di Indonesia mencapai US$ 0,34 perkilometer, bahkan untuk transportasi air mencapai US$ 0,54 perkolometer. Tingginya biaya transportasi laut di sebabkan jasa logistik di pelabuhan kurang mendukung, akibatnya banyak pungutan liar dan hambatan lain. Bahkan dalam Word Bank, biaya logistik Indonesia dari kawasan Industri ke Pelabuhan lebih tinggi di bandingkan Malaysia (Saleh, 2012).

 

Jika dibandingkan, dengan jarak tempuh hampir sama, biaya logistik di Indonesia itu bisa mencapai US$ 750, sedangkan Malaysia hanya US$ 450. Indonesia masih berada pada urutan rendah berdasarkan perhitungan LPI yang dilakukan Word Bank pada 2007, 2010, dan 2012. Dari kinerja logistik 155 negara, Indonesia berada pada peringkat 59 tahun ini, naik dari peringkat 75 pada 2010. Sementara itu, peringkat infrastruktur RI memburuk di bandingkan dua tahun sebelumnya (Saleh, 2012).

Tingginya biaya transportsi ini menurut The Asia Fundation (The Asia Fundation, 2008), di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu; biaya operasional truk/angkutan barang, retribusi pemerintah daerah dan jembatan timbang, pungutan uang keamanan yang di bayak kepada aparat dan preman (baik yang di pungut di jalan maupun yang dibayar secara rutin oleh pengusaha/pemilih truk, dan biaya perizinan yang harus di keluarkan oleh pengusaha/pemilik truk.

Berdasarkan faktor-faktor temuan The Asia Fundation itulah maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tersebut, dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya biaya transportasi barang di pelabuhan tanjung priok Jakarta

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan belakang masalah yang telah di sajikan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah faktor-faktor tersebut hingga mampu/bisa mempengaruhi tingginya biaya transportasi barang di pelabuhan tanjung priok Jakarta?
  2. Seberapa besarkah pengaruh faktor-faktor tersebut hingga mampu/bisa mempengaruhi tingginya biaya transportasi barang di pelabuhan tanjung priok Jakarta?
  3. C.    TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan rumusan maalah dapat di ketahui tujuan dari penelitian ini, yaitu:

  1. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya biaya transportasi barang di pelabuhan tanjung priok Jakarta, berdasarkan temuan The Asia Fundation.
  2. Untuk mengetahui, seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut hingga mampu/bisa mempengaruhi tingginya biaya transportasi barang di pelabuhan tanjung priok Jakarta
  3. D.    MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari penelitian ini adalag; 1) Untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang jasa logistik di Indonesia khusunya pada transportasi laut tentang bagaimana factor-faktor tingginya biaya transportasi di pelabuhan tanjung periok Jakarta; 2) Diharapkan bisa memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah untuk kembali menata alur dan system logistic yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan sector pendistribusian barang khususnya di sector eksport; 3) Diharapkan akan memberikan wacana keilmuan pada sector ekomoni khusunya di bidang transportasi barang di jalur laut.

 

  1. E.     TINJAUAN PUSTAKA
  2. 1.      Landasan teori
  • Logistik merupakan seni dan ilmu mengatur dan mengontrol arus barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal. Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.
  • Transportasi laut mempunyai peran sangat penting bagi perekonomian Jakarta. Hampir 99% kegiatan ekspor-impor diangkut menggunakan transportasi laut juga sangat penting bagi pergerakan perdagangan antar pulau (dalam negri) yang dilayani armada pelayanan nasional, maupun perdagangan antar Negara.
  • Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai, atau danau untuk menerima kapal dan memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Crane dan gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan. Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang. Peraturan Pemerintah RI No.69 Tahun 2001 mengatur tentang pelabuhan dan fungsi serta penyelengaraannya.
  • Pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor maupun barang antar pulau.
  • Fasilitas pelayanan yang dimiliki oleh pelabuhan Tanjung Priok cukup memadai untuk melayani arus keluar masuk barang baik berupa barang curah, konvensional maupun container. Terminal pelayanan peti kemas ekspor-impor di pelabuhan ini ada 5 terminal yaitu:
    • Jakarta International Container Terminal I (JICT I)
    • Jakarta International Container Terminal II (JICT II)
    • Terminal Petikemas Koja (TPJ Koja)
    • Mustika Alam Lestari (MAL)
    • Multi Terminal Indonesia (MTI)

 

  • Biaya Transportasi. Biaya transportasi adalah biaya yang harus di keluarkan untuk melakukan proses transportasi. Biaya tersebut berupa: biaya penyedia prasarana, biaya penyediaan sarana, biaya operasioal transport

 

 

 

 

 

  1. 2.      Kerangka Teori/ Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

Kerangka Teori dalam penelitian ini adalah:

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemilihan Kausal Komparatif, dilakukan berdasarkan masalah penelitian yang akan dicarikan solusinya

  1. 3.      Analisis

Analisis dalam Penelitian ini menggunakan analisis Regresi. Analisa regresi digunakan untuk menguji pengaruh satu atau beberapa variable independen terhadap sebuah variabel dependen.

a. Variabel independen / bebas sering juga disebut variabel predictor dan dilambangkan dengan huruf X

b. Variabel dependen / terikat sering juga disebut variabel respon dan dilambangkan dengan huruf Y

Model regresi dikembangkan berdasarkan atas prinsip asumsi statistik sebagai berikut :

  1. Varian dari nilai variabel tidak bebas harus sama dengan semua besaran dari variabel bebasnya.
  2. Deviasi dari nilai variabel tidak bebas harus tidak berhubungan satu dengan yang lainnya dan mempunyai distribusi normal atau minimal mendekati normal.
  3. Variabel bebas terukur dan tanpa kesalahan.
  4. Regresi dari variabel tidak bebas terhadap variabel bebas adalah linier. Jika hubungannya tidak linier maka perlu ditransformasikan terlebih dahulu menjadi linier.

Pemilihan variabel bebas untuk alternatif persamaan model dapat didasarkan kepada :

  1. Berhubungan secara linier dengan variabel tak bebas
  2. Memiliki korelasi yang tinggi dengan variabel tak bebas
  3. Tidak mempunyai korelasi yang tinggi dengan sesama variabel bebas
  4. Relatif mudah diproyeksikan

Model regresi dapat dinyatakan dalam suatu persamaan dimana terdapat 2 macam persamaan regresi linier :

a. Persamaan regresi linier sederhana; jika terdapat sebuah variabel independen.

Modelnya : Y = a + bX dimana a adalah suatu konstanta dan b parameter regresi.

b. Persamaan regresi linier berganda; jika terdapat lebih dari satu variabel

independen. Modelnya : Y = a + b1X1 = b2X2 + ……. + BnXn dimana a adalah

suatu konstanta dan b1, b2, ….,bn masing – masing adalah parameter regresi

untuk variabel X1, X2, …. Xn

Selain bentuk analisis regresi linier sederhana maupun berganda terdapat regresi dengan persamaan logaritma, eksponensial, hiperbola, berpangkat, polinomial, Compound, fungsi S dan fungsi Growth. Persamaan-persamaan regresi non linier sederhana atau berganda ini dalam penyelesaiannya dapat ditransformasikan menjadi bentuk regresi linier.

Jika model regresi linier tidak terpenuhi/cocok dengan data pengamatan maka alternatif analisisnya menggunakan model regresi non linier. Model regresi non linier bisa dijadikan model regresi linier dengan melakukan transformasi data menjadi hubungan yang linier. Tujuan transformasi adalah agar memperoleh model regresi yang bentuknya sederhana dalam peubah yang ditransformasi.

3.1 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda. Untuk mendapatkan model yang tepat, maka regresi linier berganda tersebut harus bebas dari masalah asumsi klasik. Untuk itu akan diuji terlebih dahulu mengenai tidak adanya penyimpangan terhadap asumsi klasik. Regresi linier berganda adalah alat yang dugunakan untuk meramalkan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap suatu variable terikat, untuk membuktikan ada tidaknya hubungan fungsional atau hubungan kausal antara dua atau lebih variabel bebas X1, X2, Xi, terhadap suatu variabel terikat Y.

Persamaan regresi untuk dua prediktor adalah :

Y = a + b1X1+b2X2

Persamaan regresi untuk tiga predictor adalah :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Persamaan regresi untuk n prediktor adalah :

Y = a + b1X1 + b2X2 + ………. + bnXn

Untuk mendapatkan model yang tepat, maka regresi linier berganda tersebut harus bebas dari masalah asumsi klasik. Untuk itu akan diuji terlebih dahulu mengenai tidak adanya penyimpangan terhadap asumsi klasik.

3.2 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi dalam penelitian ini menggunakan: Uji Normalitas, Uji Multikolinier dan Uji Heterokedastisitas. Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah nilai residual variabel (Y) tidak bebas dan variabel bebas (X) berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Sedangkan Uji asumsi klasik jenis ini bertujuan untuk analisis regresi linier berganda yang terdiri atas dua atau lebih variabel bebas (x1, x2, x3,x4,..xn) dimana akan diukur tingkat asosiasi (keeratan) hubungan/pengaruh antar variabel bebas tersebut melalui besaran koefisien korelasi (r).  Uji Heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homokedastisitas dan jika berbeda disebut Heterokadastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homokedastisitas atau tidak terjadi Heterokedastisitas.

3.3 Penelitian terdahulu yang relevan

Penelitian ini memiliki hubungan yang terkait pada penelitian terdahulu sebelumnya, bedanya terlihat pada permasalahan yang diangkat dan metodologi yang digunakan. Penelitian yang relevan tersebut diantaranya adalah :

a. Penelitian yang dilakukan oleh The Asia Fundation di tahun 2008, yakni tentang Tingginya biaya transportsi laut yang di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu; biaya operasional truk/angkutan barang, retribusi pemerintah daerah dan jembatan timbang, pungutan uang keamanan yang di bayak kepada aparat dan preman (baik yang di pungut di jalan maupun yang dibayar secara rutin oleh pengusaha/pemilih truk, dan biaya perizinan yang harus di keluarkan oleh pengusaha/pemilik truk.

            Dalam penelitian ini tidak ada kajian analisis, dan hanya berupa pengumpuan data saja. Sehingga kajian statistiknya idak tertera.

b. Penelitian oleh Harmaini Wibowo, tentang Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Kapal Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yang dilakukan pada tahun 2010. Namun, dalam penelitian ini hanya mencakup salah satu dari factor yang menjadi penelitian peneliti

 

  1. F.     METODE PENELITIAN
  2. 1.      Setting dan Subyek Penelitian

Setting Penelitian adalah di Pelabuhan tanjung Periok Jakarta. Sedangkan Informan dalam Penelitian adalah Kepala Kepabeanan/Pelindo, Pengusaha, Pihak Berwajib, Sopir, dan Preman yang menjadi informan dalam penelitian ini, yang akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian.

  1. 2.      Tehnik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan, calon peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa; a) wawancara langsung dengan informan penelitian untuk mengumpulkan data/informasi. Alat yang di gunakan adalah tape recorder.; b) observasi (pengamatan) yaitu mengadakan pengamatan langsung dilapangan. Alat yang di gunakan adalah kamera; c) dokumentasi yaitu mempelajari dokumen-dokumen atau catatan-catatan yang ada ditempat penelitian maupun dokumen hasil pemeriksaan yang berada di Bagian Kepabeanan/Pelindo.

3. Rencana Pengumpulan Data

3.1 Data Primer

Data Primer adalah data yang didapatkan langsung dilapangan atau dilokasi penelitian. Data tersebut didapat dengan cara wawancara dengan narasumber yang ada di lokasi penelitian. Data primer yang di dapat adalah bulan November 2012 yang di ambil berdasarkan jumlah sampel dari seluruh populasi.

Teknik perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan Teknik proporsional random sampling, didapatkan jumlah sampel proporsional sebesar 100 Kapal yang akan diteliti di Pelabuhan Tanjung Periok Jakarta. Untuk membedakan jumlah atau porsi dari masing-masing Kapal yang akan diamati.

Rencana Pengumpulan Data Primer terdiri dari :

1. Pengamatan dilakukan selama 60 hari dengan Lokasi pengamatan.

2. Pengamatan disesuaikan dengan jadwal kedatangan truk dan keberangkatan kapal barang yang telah ditetapkan oleh pihak Pelabuhan (PPKB). Waktu pengambilan data mengikuti waktu kerja di Pelabuhan.

3. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Proporsional random sampling.

 

3. 2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang didapat diobjek penelitian yang telah dicatat berupa dokumentasi yang telah dicatat berupa dokumentasi yang telah tersusun secara sistematis dan dapat digunakan sebagai bahan acuan atau referensi dalam penelitian. Data Sekunder yang digunakan terdiri dari :

1 Bukti Pemakaian Jasa Pandu (Formulir 2A/1) untuk Kapal Petikemas.

2 formulir Permintaan Pelayanan Kapal dan Barang (PPKB)

3 Data operasional Kapal barang/Kapal Petikemas

4 Laporan Harian Kesiapan Alat Bongkar muat.

Data sekunder diambil dari dokumen dan laporan kegiatan Kapal selama berada di Pelabuhan yang dibuat oleh PT. Pelindo Tanjung Periuk Jakarta.

 

4. Definisi Operasional dan Pengukuran Data.

Tingkatan atau skala pengukuran data pada penelitian ini dapat dibedakan kedalam dua jenis pengukuran diantaranya adalah sekala pengukuran kualitatif dan skala pengukuran kuantitatif. Pengukuran secara kualitatif bersifat nominal dan ordinal, karena satuan parameternya atau variabelnya tidak numerik atau tidak terukur. Sekala pengukuran kuantitatif bersifat interval dan rasio, karena dapat diekspresikan secara numerik atau yang dikenal dengan variabel yang terukur atau memiliki nilai.

Untuk pengukuran data yang berskala kualitatif atau katagori maka model regresi variabel harus dinyatakan sebagai variabel dummy dengan memberi kode 0 (nol) atau 1 (satu). Setiap variabel dummy menyatakan satu katagori variabel Independen nonparametrik, dan setiap variabel non-parametrik dengan (k) katagori dapat dinyatakan dalam k-1 variabel dummy. Kelompok yang diberi nilai dummy (0) disebut ekcluded group, sedangkan kelompok yng diberi nilai dummy (1) disebut included group. (Mirer, 1990).

Definisi operasional dan skala pengukuran dari masing-masing variabel Kapal-Kapal Petikemas adalah sebagai berikut :

1. Tingginya Biaya Transportasi Laut (Y) adalalah waktu menunggu Kapal selama

berada di perairan Pelabuhan Lini I.

2. Biaya Operasional (X1) Variabel ini diukur dengan menggunakan variable dummy, dimana :

Nilai 0 untuk rendahnya biaya operasional.

Nilai 1 untuk tingginya biaya operasional

3. Retribusi pemerintah (X2)

Variabel ini diukur dengan menggunakan data dummy dimana :

Nilai 0 untuk tidak adanya pajak retribusi

Nilai 1 untuk adanya pajak retribusi

4. Pungutan Uang (X3)

Variabel ini diukur dengan menggunakan data dummy dimana :

Nilai 0 untuk tidak adanya Pungutan Uang

Nilai 1 untuk adanya Pungutan uang

5. Biaya Perijinan (X4)

Variabel ini diukur dengan dummy dimana :

Nilai 0 untuk Biaya perijinan pengusaha

Nilai 1 untuk biaya perijinan sopir truk

 

G. ANALISA DATA

1. Tehnik Analisis Data

Sesuai dengan jenis penelitian ini, analisa yang dipakai adalah metode analisa kualitatif, yaitu meneliti suatu faktor-faktor dengan mengumpulkan data-data, membaca tabel-tabel, dan menganalisanya. Penelitian ini pada prinsipnya ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya biaya transportasi laut di pelabuhan tanjung periok Jakarta. Variabel-variabel yang digunakan adalah diambil dari pengamatan langsung di lokasi penelitian.

2.  Statistik Deskriptif

Gambaran umum mengenai sebaran dari masing-masing ukuran waktu yang digunakan dalam penelitian ini akan disajikan terlebih dahulu dalam bentuk statistic deskriptif.

H. JADWAL PENELITIAN

Jadwal penelitian akan dilakukan pada tanggal 5 November – 24 Desember 2012

Tanggal

Kegiatan

Keterangan

5 Nov

Wawancara untuk biaya operasional

 

12 Nov

Wawancara untuk biaya operasional

 

19 Nov

Observasi retribusi Pemerintah daerah

 

26 Nov

Observasi retribusi Pemerintah daerah

 

3 Des

Survey Pungutan Liar (Pihak berwajib)

 

10 Des

Survey dan Wawancara Pungutan Liar (Preman)

 

17 Des

Wawancara Biaya perijinan

 

24 Des

Wawancara Biaya perijinan

 

 

 

I. DAFTAR PUSTAKA

Doing business di Indonesia. 2012. Memperbandingkan Kebijakan Usaha di 20 Kota dan 183  

Perekonomian. Publikasi bersama Bank Dunia dan International Finance Corporation, 2012 The International Bank for Reconstruction and Development / The World Bank

Lembaga Penyelidikan Ekomoni dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

(LPEM-FEUI). Regulasi, Birokrasi, da Infrastruktur Hambat Logistik: Transportasi laut yang Murah Tak Dikembangkan.

Saleh, M. Tahir. 2012. Biaya Logistik Tinggi: Bank Dunia usulkan efisiensi dwell time di

Indonesia. 08 Mei 2012. http://www.bisnis.com/articles/biaya-logistik-tinggi-bank-dunia-usulkan-efisiensi-dwell-time-di-indonesia

Saleh, M. Tahir. 2012. Sistem Logistik: Bank Dunia sarankan RI belajar dari tetangga. 08 Mei

2012. http://www.bisnis.com/articles/sistem-logistik-bank-dunia-sarankan-ri-belajar-dari-tetangga

Syafputri, Ella. 2012. VIVAnews: Kadin-Biaya logistik di Indonesia paling mahal. 14 Februari

2012. http://www.antaranews.com/berita/1329201790/kadin-biaya-logistik-di-indonesia-paling-mahal

The Asia Fundation. 2008. Biaya Transportasi Barang Angkutan, Regulasi, dan Pungutan Jalan

di Indonesia.

Wibowo, Arinto Tri dan Darmawan, Agus Dwi. 2010. VIVAnews: Biaya Logistik Indonesia

Termahal di Asean Bila dihitung total cost per unit, di Indonesia bisa mencapai di atas 10-15 persen.  4 Oktober 2010.

http://news.viva.co.id/news/read/181063-biaya-logistik-indonesia-termahal-di-asean

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s